Senin, 24 Oktober 2011

Resume Perancangan Sistem Informasi Terstruktur Sebelum UTS

Desain Sistem
Desain Sistem terbagi menjadi 2 , yaitu :
           1.       Sistem  secara umum atau conceptual design.
           2.       Sistem terinci atau physical design.

Arti desain :
           1.       Merupakan tahap setelah analisis dari siklus pengembangan system.
           2.       Pendefinisian kebutuhan fungsional.

Adapun SDLC :
Survey > kajian pustaka > analisis > requirements > coding > testing > implementasi > dokumentasi.

Elemen – elemen dari desain :
           1.       Proses
           2.       Entitas
           3.       Penyimpanan data

Tujuan desain adalah sebagai berikut :
           Memenuhi kebutuhan user dan Memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap kepada pemrogram computer dan ahli – ahli lain.

Agar tujuan tercapai, analisis harus mencapai sasaran :
           1.       Desain system harus berguna, dipahami, mudah digunakan.
           2.       Desain system harus dapat mendukung tujuan utama perusahaan.
       3.   Desain system harus efisien dan efektif untuk mendukung pengolahan transaksi, pelaporan manajemen dan mendukung keputusan yang dilakukan manajemen.
          4.      Harus dapat mempersiapkan rancang bangun yang terinci : data informasi, file – file, metode-metode, prosedur, Sumber daya manusia, hardware dan software.

Personil yang terlibat dalam desain system adalah :
           1.       Desain system = analis system
           2.       Pengendali system
           3.       Penjamin kualitas
           4.       Komunikasi data
           5.       User

Data Flow Diagram
Membuatnya setelah membuat System Flow. Merupakan analisis perancangan yang terstruktur dan memahami system dan subsistem secara visual.
KOMPONEN DFD
1. Menurut Yourdan dan Demarco


2. Menurut Gene dan Serson


Entitas eksternal dapat mengirim data atau menerima data dari system, ditulis dengan kata benda.

Aliran data merupakan perpindahan dari satu titik ke titik lainnya, ditulis dengan kata benda.

Proses yaitu adanya proses transformasi, label dibedakan antara data masukan dan keluaran, ditulis dengan kata kerja.

Penyimpanan data ditulis dengan kata benda, penyimpanan data sementara tidak dimasukkan ke dalam DFD.

Membuat diagram konteks :
1.      Mencakup masukan – masukan dasar, system umum dan keluaran.
2.      Tingkatan tertinggi dalam DFD, hanya memuat 1 proses.
3.      Diberi no.0
4.      Tidak membuat penyimpanan data.

Diagram level 0
1.      Masukkan dan keluaran yang ditetapkan dalam diagram yang pertama tetap konstan.
2.      Mencakup sampai 9 proses.
3.      Penyimpanan data utama dari system dan semua entitas eksternal dimasukkan ke dalam diagram 0.

Kesalahan pada diagram, yaitu  :
1.      Proses mempunyai input, tetapi tidak menghasilkan output, proses output tetapi tidak menerima input,
2.      Keseimbangan vertical.
3.      Aliran data pemberian label yang tidak tepat.
4.      Memasukkan lebih dari 9 proses.
5.      Mengabaikan aliran data.
6.      Menciptakan analisis yang tidak seimbang.

Arus data sebaiknya diberikan nama yang jelas dan mempunyai arti. Adapun konsep dalam DFD, yaitu :
1.      Konsep paket data
2.      Konsep arus data menyebar
3.      Konsep arus data mengumpul
4.      Konsep sumber dan tujuan arus data : semua arus data harus dihasilkan dari suatu proses.

Pedoman dalam menggambar DFD
1.      Cari eksternal entity yang terlibat pada system.
2.      Identifikasi I/O yang terlibat dengan eksternal entity.
3.      Gambar top level / context diagram.
4.      Gambar diagram jenjang.
5.      Gambar dekomposisinya.

Pustaka :
Kendall, K.E., and Kendall, J.E. 2002. System Analysis and Design 5th Edition, New Jersey: Prentice-Hall International
Whitten, Jeffrey L. 2002. System Analysis And Design Methods, 5th, Edition. Singapore: The McGraw-Hill Companies, Inc


Leave a Reply